Consultation

Donny A. Wiguna CFP, QWP, AEPP, QFE adalah QUALIFIED FINANCIAL EDUCATOR, dari FPSB sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Melayani konsultasi dan bantuan penjelasan serta pelatihan Asuransi, Investasi, Dana Pensiun, dan Estate Planning. Berpengalaman mengajar dalam keuangan sejak 2007.

Hubungi Donny A. Wiguna dengan SMS atau Whatsapp di 0818-222-634
Area Bandung dan Jakarta serta sekitarnya.

Pencarian

Monday, July 11, 2016

Kelayakan Asuransi

TIDAK SEMUA INVESTASI LAYAK DIAMBIL, JUGA TIDAK SEMUA ASURANSI BERHARGA DITERUSKAN. Dalam investasi, penentunya adalah perhitungan antara hasil yang diberikan dibandingkan dengan modal yang dipakai. Makanya ada yang disebut dengan Required Rate of Return (RRR).... ah, soal investasi itu dibahas lain kali ya.
Sekarang tentang Asuransi. Dalam Asuransi ada premi yang dibayarkan, ada manfaat yang diterima, dan ada hasil investasi jika memakai asuransi unit link.
Misalnya saja ya, Asuransi Seumur Hidup. Untuk seorang yang usianya 55 tahun, untuk Uang Pertanggungan 10 Milyar, preminya harus bayar 674 juta selama 5 tahun. Misalnya kita mengambil satu asumsi bahwa rata-rata inflasi adalah 6% per tahun, batas atas target BI.
Begini, pada saat ditahun pertama bayar, nilai uangnya 674 juta. Waktu di tahun kedua bayar, nilai uangnya sudah menurun 6% kan, jadi 674 juta dibagi (1+6%) = 635,85 juta. Di tahun ketiga sudah menurun lagi 6%, jadi 599,86 juta. Begitu turun terus, sehingga jika ditotal maka nilai uang yang dibayarkan adalah 3.009,48 juta.
Uang Pertanggungan 10 Milyar itu diberikan pada saat meninggal, misalnya di usia 75 tahun. Itu adalah 20 tahun lagi, bukan? Dengan memakai inflasi 6%, maka nilai saat ini dari 10 Milyar adalah 3.118,05 .....
Semua dihitung uang saat sekarang: Antara biaya 3.009,48 dengan manfaat 3.118,05, ada selisih positif 108,57 juta. Masih bagus....
Bagaimana jika usianya panjang, sehingga meninggal pada akhir kontrak, usia 99? Itu 44 tahun lagi, dan nilai uangnya menurun terus... sehingga nilai saat ini dari 10 Milyar adalah 770,09 juta, dan selisihnya menjadi negatif 2.239,39.
Selisihnya pas 0 jika jangka waktunya 20,6 tahun, dihitung pakai Excel nih.... Jika inflasi dipakai pada perkiraan 8%, sehingga penurunan nilainya lebih cepat, maka manfaatnya sampai pas selisih 0 adalah untuk periode 16,05 tahun.
Kalau kita memasukkan unsur investasi, maka ada suatu ketidakpastian -- karena, tidak ada kepastian hasil investasi. Jika investasinya rata-rata positif, maka masa pemanfaatan asuransinya bertambah panjang. Tetapi jika investasinya justru menurun merugi, justru pemanfaatan asuransi bertambah pendek!
Dalam asuransi unit link pembayaran premi bukan suatu kepastian, berbeda dari perhitungan untuk asuransi seumur hidup. Dalam unit link, orang berinvestasi untuk kemudian dicairkan unitnya membayar biaya asuransi. Kebutuhan pembayaran premi berbanding lurus dengan tingkat hasil investasi.
Semakin baik kinerja investasi, semakin pendek kebutuhan pembayaran premi asuransi unit link. Semakin buruk, semakin panjang. Adalah suatu anggapan yang keliru untuk memastikan bahwa "cukup bayar premi 10 tahun saja" -- padahal hasil investasinya tidak cukup untuk menanggung pembayaran biaya asuransi melalui pencairan unit.
Bagaimana jika nasabah mengambil unit, mencairkannya untuk kebutuhannya sendiri? Hal itu membuat masa pembayaran premi harus semakin panjang, atau akhirnya Nasabah sama sekali tidak lagi bisa menikmati UP. Tapi, kalau UP diabaikan, maka pembayaran biaya asuransi menjadi sia-sia.
Ada satu kesalahan anggapan "break even" dalam asuransi unit link. Yang pertama, orang harus berhitung bahwa nilai waktu dari uang semakin menurun -- jadi kalau dibayar selama 5 atau 10 tahun, itu bukan dihitung 5 atau 10 kali lipat.
Yang kedua, ilustrasi tidak menjamin bahwa pada tahun ke sekian hasil investasi adalah sekian. Kalau di atas kertas kelihatan di tahun ke 11 nilai investasi sudah lebih besar daripada total uang yang dibayarkan, belum tentu akan terjadi begitu.
Yang ketiga, sepanjang waktu ada pembayaran biaya asuransi, yaitu merupakan premi asuransi yang sesungguhnya. Ini hilang, hangus, diambil dengan cara mencairkan unit. Semakin banyak manfaat asuransi -- UP Dasar dan berbagai rider, semakin banyak unit dicairkan -- dan itu tidak akan pernah 'break even', kecuali jika terjadi musibah.
Kalau memang mau berinvestasi lebih baik di reksa dana saja. Tidak ada unit yang akan dicairkan.
Bicara investasi, maka harus disadari hukum "no risk no gain, then managing risk is managing gain". Tidak ada risiko, tidak ada hasil, maka mengelola risiko adalah mengelola hasil. Memanajemeni risiko adalah dengan cara memindah-mindahkan dana dari satu aset ke aset lainnya, mengikuti kondisi.
Dalam reksa dana, tidak ada aktivitas dari pihak nasabah untuk melakukan manajemen risiko, maka harus diperhitungkan benar berapa RRR untuk mengukur kelayakan reksa dana. Tetapi, sebenarnya perubahan aset bisa dilakukan.
Pada asuransi unit link, ada fasilitas switching, namun masalahnya tetap saja nasabah sukar untuk memanajemeni risikonya. Dengan kondisi di mana unit dicairkan secara periodik untuk biaya asuransi, tingkat risiko menjadi semakin tinggi, karena harus ada pengembalian hasil yang lebih tinggi pula. Fasilitas manajemen risiko pada unit link sangatlah membantu, tapi itu juga bukan suatu penjaminan.
Orang perlu memahami risiko keuangannya.
Yang paling repot dihitung adalah ketika biaya untuk berasuransi (biaya akuisisi) ditingkatkan menjadi amat tinggi, karena biaya tersebut terus dibagikan sebagai komisi kepada jejaring -- dibuat menjadi "pendapatan" bagi yang terlibat dalam pemasaran bertingkat.
Di sini pendapatan akan tergantung pada banyaknya orang yang terlibat dalam pemasaran dan banyaknya nasabah yang terjaring. Untuk yang bergabung di awal, kemungkinannya lebih besar dibanding yang bergabung belakangan. Tingkat risiko bagi yang ikut belakangan meningkat secara eksponensial.
Sebagai nasabah, atau konsultan asuransi bagi nasabah, baiknya berhitung tentang apa yang dikeluarkan dan apa yang bisa diterima dengan tingkat risiko yang bisa ditanggung.... jangan jadi PHP lah ya....
Selamat berlibur..... saya juga mau liburan ah. Nggak janji nulis lagi besok....

No comments:

Post a Comment